
BANDARLAMPUNG—
“Menejemen Bakso Son haji yang terkenal dengan Nama warung bakso Sony sekarang geram Terkait penyegelan seluruh gerai Bakso Sony yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Bandar Lampung, pemilik bakso Sony akhirnya angkat bicara pada kegiatan konferensi pers di gerai Bakso Sony cabang 1 di Jl. Wortel Mongonsidi yang mana menyatakan apabila 12 gerai Kami tersebut ditutup semua, maka pihaknya akan lakukan langkah hukum, Senin (20/9).
“Kami melallu kuasa hukum Dedi setiadi akan mengajukan gugatan secepatan nya terkait penyegelan sepihak, saat ini pihak kami masih mempersiapkan berkas- beekas yg akan diajukan dalam gugatan,
“Tim kuasa Hukum bakso Son haji ‘ kamipun akan melakukan langkah hukum terkait kerugian yang sudah dialami oleh pemilik bakso Son haji, selajut nya kami akan berkordinasi dengan Pemkot, pada saat melakukan jumpa pers dengan sejumlah awak media di gerai bakso Son haji di jln wortel mongonsidi bandar Lampung kata Dedi Setiadi Senin (20/9/2021)
“Kami berpendapat bahwa sikap dan tindakan yang sudah dilakukan pemkot tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan dan arogans sepihak terhadap kami dan pasti kami akan melakukan langkah hukum atas tindakan tersebut,” ujar Son Haji Sony.
Dan juga dalam Kegiatan Konferensi pers tersebut pemilik bakso son Haji Sony mengatakan bingung dan sangat kecewa dengan sikap dan tindakan pemerintah kota Bandar Lampung yang memaksakan penutupan atau penyegelan terhadap semua gerai bakso Sony tanpa mempertimbangkan nasib karyawan kami dalam kondisi pandemi covid-19.saat ini
“Dengan tindakan Pemda tersebut sekitar 200 lebih karyawan kami dengan sangat terpaksa harus ikut mengalami kesulitan ekonomi pada masa yang sulit seperti ini dan apakah Pemerintah Kota akan bertanggung jawab pada karyawan kami,” kata Haji Sony.
Lanjutnya, untuk Nasib karyawan bakso Son haji Sony rencananya akan di rapatkan terlebih dahulu
Saat sekarang ini Bakso Sony telah berdiri selama 42 tahun yang dimana merupakan salah satu icon ternama di kota Bandar Lampung dari sisi kuliner Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri serta telah ikut berkontribusi menyumbang PAD Kota Bandar Lampung yang dipergunakan untuk pembangunan Kota Bandar Lampung.
“Kami Bakso Sony tiap bulan itu membayar pajak, bisa diliat ada yang namanya alat tappingbox. Disitulah pajak yang dibayar sesuai dengan siapa yang beli dan kalo pun sekarang ada permasalahan informasi mengenai kesalahan pajak itu dasarnya mana kan harus jelas,” tegasnya.(Anita)

Be the first to comment