BANDARLAMPUNG, PESONALAMPUNGNEWS.COM – Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN, MM, didampingi oleh Deputi Rehabilitasi BNN, dan Kepala BNN Lampung meresmikan poliklinik rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS rumah sakit daerah dr.A.Dadi Tjokrodipo Kota Bandarlampung, Jl. Basuki Rahmat, Jumat (22/2).
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Sekda Kota Bandarlampung, Asisten I Kota Bandar Lampung, para kepala dinas dilingkungan kota Bandar Lampung dan para pejabat di lingkungan kota lainnya, Kapolres Bandar Lampung, Deputi Rehabilitasi BNN, Kepala BNN Lampung, dan segenap tamu undangan lain.
Deputi Rehabilitasi BNN Yunis Farida Oktaris sangat mengapresiasi Walikota Bandarlapung terhadap pembangunan Poliklinik Narkoba dan HIV/AIDS tersebut.
” ini adalah poliklinik pemda yang memfasilitasi untuk ambil bagian dalam menyediakan sarananya, ini salah satu nya inisiasi. Kami berterima kasih kepada Bapak Walikota Herman HN karena telah peduli dengan permasalahan narkoba di Lampung,” ungkapnya.
Yunis menerangkan bahwa semua fasilitas telah memadai, hanya ada sedikit yang perlu ditambah,
” disini udah ada dokter, perawat, Lab, Konselor, hanya saya minta pada pak wali kalau bisa perlu ada rawat inap, boleh dirujuk, boleh rawat disini. Untuk konselor, saya minta pak wali mengirim petugas konselor ke BNN kalianda untuk magang agar terampil,” terangnya.
Yunis memaparkan bahwa seluruh Indonesia sebanyak 1,77 persen dari umur 10-59 tahun yang terlibat kasua Narkoba, kurang lebih sekitar 3-5 juta.
” Lampung merupakan urutan ke-3 Sumatera, dan peringkat ke-8 dari urutan nasional. Maka dari itu, perlu diinformasikan bahwa disini telah dibuka poliklinik rehabilitasi narkoba, daerah telah membantu memfasilitasi, maka rekan-rekan juga harus mensosialisasikan, untuk menyikapi permasalahan narkoba yang sangat mengkhawatirkan ini, ” paparnya kepada awak media.
Yunis melanjutkan bahwa rehabilitasi untuk para pecandu narkiba ini sangat penting.
” Direhab ini bisa mengatasi diri sendiri, bisa mengendalikan kalau dia kambuh kembali, mengendalikan bahwa dia tidak perlu lagi obat-obat itu (narkoba), dan peran keluarga juga penting untuk mendampinginya,” tandasnya.
Sementara, Walikota Bandar Lampung Drs. H. Herman HN, MM mengungkapkan bahwa dibukanya klinik rehabilitasi narkoba ini untuk membantu masyarakat yang terjerumus narkoba.
” Ini tidak lain membantu masyarat yang terjerumus narkoba dan HIV agar mereka lebih baik lagi, karena ketika rakyat sehat semua, saya yakin kita akan makmur,” ungkapnya.
Herman HN menerangkan bahwa
poliklinik rehabilitasi ini untuk semua lapisan masyarakat, baik di daerah Lampung, maupun luar Lampung yang singgah di Lampung, dan gratis.
” Tempat ini diperuntukkan untuk semua orang dan gratis, misalkan ada orang dari medan singgah di Lampung dan perlu direhab, bisa direhab disini, syaratnya bila dia positif urinenya dan khusus pecandu,” terangnya.
Herman HN mengajak para masyarakat yang telah terjerumus narkoba agar datang ke poliklinik ini.
” Pengelolaan poliklinik ini adalah kerjasama antara Rumah Sakit bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) kota untuk memberantas narkoba, jadi siapa saja yang kecanduan narkoba bisa kesini, kalau malu, malam bisa kesini karena ini buka 24 jam,” pungkasnya. (Sus)


Be the first to comment