METRO, PESONALAMPUNGNEWS.COM – “No Rocky No Party” sebutan buat sang pakar filsafat Rocky Gerung yang sangat lekat di mata penggemarnya.
Bung Rocky yang pakar filsafat itu memang sedang fenomenal. Kali ini dia datang ke Kota Metro Lampung untuk menyapa ribuan orang yang sudah menantinya di Pondok Pesantren AT- Tanwir, Kota Metro, Jum’at (29/3/2019).
“Kalo gak Rocky gak rame, guru akal sehat hehehe,” cetus Agung salah satu aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Kota Metro.
Dialog kebangsaan yang menghadirkan Bung Rocky tersebut diperkasai oleh para mahasiswa yang tergabung di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM) Kota Metro.
Mengambil tema “Menjaga Nalar Kritis Untuk Indonesia Berkemajuan” Rocky Garung menjelaskan pengertian demokrasi yang tersirat dalam perbedaan dari Dialog Kebangsaan dan Apel kebangsaan. Dimana, menurutnya, dialog merupakan percakapan diantara dua orang, jika hanya satu disebut monolog yang artinya mendoktrinasi. Sementara, apel yaitu berdiri tegak dan mendengarkan arahan dari penguasa.
“Bukan itu demokrasi. Demokrasi adalah percakapan. Apel itu adalah tentara, karena ada musuh yang mendekat. Kalau demokrasi itu siapa musuhnya?”ujarnya.
Ia melanjutkan, demokrasi merupakan pemerintahan akal melalui pemerintahan rakyat. “Saya ingatkan sekali lagi bahwa dalam demokrasi segala sesuatu itu bebas dibicarakan, kecuali yang dilarang undang-undang,”imbuhnya.
Ia juga berharap, Lampung dapat menjadi pelampung dari kapal yang sedang tenggelam. Supaya kapal republik ini tetap berlayar. “Nahkodanya boleh saja tenggelam, karena gak bisa narik kapal. Jadi itu keadaan kita hari ini,” tukasnya. (Nanda)



Be the first to comment