Silsilah Keratuan dan Tari Melinting Serta Pemandian Maringgai

LAMPUNGTIMUR, PESONALAMPUNGNEWS.COM – Beberapa hari yang lalu Sultan Ratu Idil Muhammad Tihang Agama IV berkenan menerima rombongan Jurnalis dalam agenda wawancara ekslusif berkaitan dengan jejak sejarah Keratuan Melinting di Nuwo Keratun Melinting,desa Nibung Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.


Turut hadir bersama Rombongan Jurnalis, Sekertaris kecamatan Labuhan Maringgai Agustinus Tri Handoko serta Ketua Forum Seni Budaya Melinting, Zakaria, Rizal Ismail SE,MM (Sultan Ratu Idil Muhammad Tihang Agama IV).

Di dalam Rumah Adat tersebut Sultan Melinting yang bernama asli Rizal Ismail bercerita banyak tentang Sejarah peradaban Keratuan Melinting, Mulai dari Adat, Bahasa, Silsilah, Tradisi sampai dengan benda pusaka dalam suasana penuh keakraban, serta pemandian ratu di desa maringgai ( Way Meringgai) yang berlokasi tidak jauh dari Makam Ratu Darah Putih dan disebutkan pula dalam penjelasannya bahwa sebenarnya ada 3 pusaka berupa keris yang ada di Keratuan Melinting namun salah satu dari pusaka yang bernama antu laut berupa sebilah keris panjang tersebut Hilang pada Zaman Belanda.

“Saat era Keratuan Melinting Pertama, kesepakatan pada saat itu dengan belanda, belanda boleh memonopoli tapi tidak boleh mengutak-atik : Bahasa dan Aksara Lampung serta tanah Kekuasaan Ratu Melinting,”ujar Sutan.

“Karena Beliau di anggap ‘Gerot'(gagah) maka oleh Belanda di sekolahkan di Batavia dengan membawa salah Satu Keris yang sampai sekarang tak pernah kembali pusaka tersebut, Saya berkeyakinan bahwa Keris pusaka itu sekarang ada di Belanda,”tambahnya.

Lebih lanjut juga dijelaskan tentang seni budaya Tari Melinting yang memang merupakan Tari asli dari Melinting.

“Dahulu tari tersebut bernama Tari Cetik Kipas Melinting yang di persembahkan untuk acara Kerajaan, mungkin karena terlalu panjang dan susah untuk menyebut nya maka di sebut singkat Tari Melinting, jadi dapat saya pastikan TARI MELINTING adalah Asli dari Melinting,”pungkasnya.

Dalam beberapa waktu yang lalu, telah diberitakan di beberapa media tentang pemandian yang berada didesa maringgai dengan sebutan kali perigi, menurut Sultan pemandian tersebut adalah Way Meringgai, ” itu adalah pemandian way meringgai dari beberapa pemandian itu, ada nama masing-masing, ada way jambu,way kayubi, way mesin (way jaweh) dan ada juga way pakhek dan semua itu kita sepakati namanya way meringgai,” jelas Sultan.

Hal senada juga disampaikan seorang tokoh atau Penyimbang adat desa maringgai, Samsul (Pangiran suku bujung) dan Sumardi (Dalem Penuntun Batin) bahwa pemandian tersebut adalah Way Meringgai.

Di akhir wawancara Rombongan di perkenankan memasuki Nuwo Keratun untuk melihat peninggalan sejarah Keratuan Melinting, nampak semua tertata dengan rapih mulai dari Alat musik tradisional, pakaian, tempat tidur, pusaka dan semua yang berkaitan dengan peninggalan Keratuan Melinting. (slm)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*