Tempat Pembuangan Sampah di Metro Utara Over Kapasitas

Tempat Pembuangan Sampah di Metro Utara Over Kapasitas

Metro – Tempat pembuangan akhir (TPA) Karangrejo, Metro Utara, Kota Metro, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah setempat. Selain perlu dibenahi, TPA yang hanya lebih kurang 1 hektar itu dianggap sudah over kapasitas. Sehingga ditakutkan berdampak terhadap kesehatan warga di lingkungan wilayah sekitar.

Andre Setiawan (40) warga sekitar TPA mengaku sering mencium bau busuk menyengat disekitar tempat tinggalnya.

“Kalau pas hujan gini bau banget mas. Terus mobil yang bawa sampah, kalau pas lewat kadang-kadang baunya juga masuk sampai ke kamar,” kata dia.

Dia mengungkapkan sejak, Minggu 6 Juli lalu lalat hijau banyak hinggap disudut ruangan rumahnya. Bahkan tak jarang masuk kedalam makanan dan minuman.

“Serba salah mas. kalau musim ujan ya banyak lalat masuk. Kalau musim kemarau apalagi, pas angin arah ke sini, juga ya bau,” ujarnya.

Sementara itu Yeri noer Kartiko Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro saat di Konfirmasi beberapa awak media, melalui Chat FB, Selasa (9/7/2019), kemarin mengatakan, bahwa TPA Karangrejo memang memerlukan adanya pembenahan dilokasi TPA tersebut. Selain, dianggap sudah tidak layak menerima dan menampung luapan sampah, TPA dikhawatirkan menjadi sumber pencemaran.

“Kalau tidak segera dibenahi, juga memiliki kemungkinan yang sama dengan TPA yang longsor di Bandar Lampung,” tulisnya dalam kolom komentar @Yerri noer Kartiko.

Dia juga mengaku belum memahami spesifikasi secara teknis dan design awal TPA itu. Namun menurutnya, jika mengacu pada standar peraturan perundang- undangan yang berlaku, TPA Karangrejo memang sudah mendesak untuk dibenahi.

“Bila tidak, saya khawatir, TPA akan menjadi sumber pencemaran dan sumber penyakit baru, bukan saja bagi lingkungan namun juga manusianya, terutama para petugas kami yang ada di sana,”pungkasnya.

Perlu diketahui, potensi gunungan sampah di TPA Karangrejo juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kerawanan bahaya seperti ledakan, longsor, pencemaran udara, pencemaran air, sanitasi, dan indikasi yang lebih berbahaya lainya. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *