Pembangunan Sarana Air Bersih untuk Masyarakat Pekon Bumi Agung Diduga Asal Jadi

Lampung Barat – Sarana air bersih (SAB) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan masih minimnya sarana penyediaan air bersih untuk masyarakat di Desa Pekon bumi agung kec,belalau membuat Pemerintah Desa membangun sarana air bersih dengan fasilitas berupa pipa, pipanisasi untuk masyarakat di sekitar wilayah Desa/Pekon bumi agung.

Pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) ini dilaksanakan di wilayah Desa Bumi Agung, Sumber dananya yang digunakan untuk pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) ini berasal dari dana desa Tahun 2019

Pemasangan Pipa untuk Sarana Air Bersih
Pada dasarnya, tujuan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) ini dimaksudkan untuk penyediaan pelayanan dasar masyarakat tentang air bersih, peningkatan kualitas kesehatan, meningkatkan budaya bersih di lingkungan masyarakat, serta mengembangkan sanitasi lingkungan. Untuk mewujudkan sarana air bersih dan sanitasi yang berkesinambungan, dibutuhkan pengelola sarana yang mampu mengelola, mengoperasikan dan memelihara sarana tersebut dengan baik. Pengelola tersebut berasal dari masyarakat itu sendiri dengan asas DOUM (dari, oleh, untuk masyarakat). Semoga sarana ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga dapat terwujudnya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, lain halnya dengan pembangunan sarana air bersih yang berada di Pekon bumi agung khususnya di pemangku 4 peningkatan air bersih yang menelan dana dengan angaran puluhan juta rupiah ini ter kesan asal jadi, sebab menurut beberapa warga pengguna manfaat mengeluhkan bahwa air bersih tersebut hanya berjalan kurang lebih dua bulan.

Pasalnya setelah dua bulan pipa yang di pasang Asal asalan Tersebut Terkena Banjir Namun Anehnya Tidak Ada Upaya dari pihak Pekon ataupun Pengurus Untuk memperbaikinya bahkan Pipa Pipanya Banyak Yang hilang,” ujar beberapa warga yang Enggan disebutkan namanya.

Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, media segera konfirmasi dengan peratin/ kadesnya, Minggu (28/9/2020) melalui via Whatsapp, berikut tanggapannya.

,0,yddo dindo,cuman hinno musibah banjir, sai mwt dapok ti atasi, jdi memang wt sebagian paralon tehanyut, sebagian ti son ko di lmbn ni sekdes, berita acara na wt. tekhus tkhang skm mak kwawa ki hga nyetop banjir no.

Yang artinya Pihak, Peratin/ kadesnya
membenarkan bahwa karena Banjir itulah maka tidak beroperasi lagi. juga benar kalau paralon banyak yang hilang, ada yang hanyut ada yang di curi orang dan itu semua ada Berita Acara nya.

Namun, pertanyaan dari awal pengerjaannya memang terkesan asal-asalan faktanya Saat pemasangan pipanya pun di pinggiran sungai yang hanya di sampirkan dengan penopang se adanya, tidak memikirkan dampaknya bahwa aliran sungai itu suatu waktu akan banjir. (Malik)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*