Sengketa Lahan Memanas, Fauzi Azwar Umumkan Demo Besar

Lahat – Ketegangan antara masyarakat Desa Tanjung Aur dan Kecamatan Kikim Area dengan PT SMS memasuki babak baru. Fauzi Azwar, yang disebut-sebut sebagai perwakilan masyarakat setempat, mengumumkan rencana aksi demo besar-besaran sebagai buntut dari sengketa lahan yang terus memanas. Menurutnya, konflik ini telah bergeser dari persoalan batas tanah menjadi persoalan harga diri warga.

Pemicu utama rencana aksi tersebut terjadi pada Selasa (28/4) siang. Di tengah proses penyelesaian sengketa lahan yang masih berlangsung di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dan DPRD Kabupaten Lahat Sudah turun ke lokasi, pihak perusahaan disebut-sebut tetap nekat melakukan penanaman secara paksa di lahan yang disengketakan.

“Padahal status lahan ini masih dalam proses. Namun pihak perusahaan tidak mengindahkan dan memaksakan diri. Akibatnya, cekcok di lapangan tidak bisa dihindari,” ujar Fauzi Anwar kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Situasi semakin memanas ketika salah seorang oknum pimpinan perusahaan diduga mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyakiti hati masyarakat adat Tanjung Aur dan Kikim. Dengan arogan, oknum tersebut menantang warga dengan kalimat “Lawan semua nya” disertai dengan kata-kata kasar lainnya.

“Masyarakat merasa diinjak harga dirinya. Kami dijajah di tanah kami sendiri. Dia berani menantang pribumi dengan arogansi seperti itu. Ini sudah keterlaluan,” tegas Fauzi dengan nada geram.

Menanggapi hal tersebut, Fauzi Azwar selaku perwakilan masyarakat menyatakan akan menggelar demonstrasi besar-besaran dalam waktu dekat. Tuntutannya tegas: meminta Pemkab Lahat, khususnya Bupati Lahat yang juga dikenal sebagai putra asli Kikim Area, untuk bertindak tegas terhadap oknum pimpinan PT SMS.

“Kami minta Bupati Lahat, sebagai putra Kikim, membela rakyatnya. Jangan sampai kami yang tinggal di tanah kelahiran malah merasa terusik oleh ulah perusahaan yang tidak menghormati proses hukum dan adat,” tambahnya.

Tuntutan utama massa adalah meminta oknum pimpinan PT SMS tersebut untuk segera angkat kaki dari bumi Kikim Area. Masyarakat menilai kehadiran dan perilaku arogannya hanya akan memperkeruh suasana serta melukai rasa keadilan warga.

“Kami akan turunkan massa dalam jumlah besar. Ini bukan sekadar lahan, tapi harga diri kami sebagai masyarakat Tanjung Aur dan Kikim. Kalau tidak ada tindakan tegas, jangan salahkan kami jika turun ke jalan,” pungkas Fauzi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SMS dan Pemkab Lahat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan dan rencana aksi tersebut. Pihak kepolisian setempat mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur hukum yang sudah berjalan.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*