Laporan SID di Desa Toto Projo Diduga Fiktif

Lampung Timur – Penggunaan Dana Desa pada tahun 2020 lalu masih banyak sekali ditemukannya kejanggalan, khususnya di Kabupaten Lampung Timur. Pasalnya, laporan pada Sistem Informasi Desa (SID) Kemendes diduga ada data siluman di Kecamatan Way Bungur Desa Toto Projo.

Ditengah masa Pandemi Covid-19, anggaran yang seharus bisa berpungsi untuk kegunaan lainnya, sayang masi ada saja oknum-oknum yang diduga dengan sengaja mengambil keuntungan demi memperkaya dirinya dan golongan. Anggaran yang berjumlah Rp. 306.858.500.,terdiri dari Pemeliharaan Gedung/Prasarana Balai Desa/Balai Kemasyrakatan sejumlah Rp. 143.704.000.,bersumber dari Dana Desa, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan Rp. 48.442.500.,bersumber dari Anggaran Dana Desa, Pekerjaan Galian (Siring Drainase/Irigasi/embung) Rp. 114.712.000., diduga Fiktif.

Kepala Desa Toto Projo Hisam mengatakan, bahwa pada tahun lalu tidak ada Renovasi Balai Desa ataupun pekerjaan Drainase,Siring dan Embung. Bahkan dirinya merasa bingung darimana data tersebut dan anggaran nya darimana. “tahun 2020 lalu, kami tidak pernah merenovasi gedung Desa, apalagi pembangunan yang lain, karena semua kami kerahkan kepada Bantuan Langsung Tunai (BLT),” kata Kades singkat saat dikonfirmasi di Balai Desa, Senin (31/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur saat dikunjungi awak media terkesan bungkam dan enggan memberikan komentar. “Kepala Dinas, Sekretaris dan Kabid sedang tidak ada di tempat, jadi kami tidak berani memberikan komentar,” kata para staf Dinas PMD.

Ditempat terpisah, Inspektorat Kabupaten Lampung Timur, Irban III, Ibnu, mengatakan saat dikunjungi dikantor nya, kalau dirinya berterimakasih atas informasi tersebut, namun perlu diketahui bahwa inspektorat pada tahun 2020 lalu tidak dilibatkan dalam Monitoring Karena hanya PMD dan PU. “Pada tahun 2020 kami tidak dilibatkan dalam Monitoring, PMD dan PU saja yang melakukan”, ujar Ibnu singkat, Rabu (02/9/2021).

Dilanjutkannya, “Inspektorat akan melakukan Pemeriksaan Reguler pada tahun ini dibulan September kedepan, dan insyaallah ini akan menjadi acuan kami dalam pemerikasaan berikutnya,” tutup Irban III.

Menanggapi hal tersebut, Ketum DPP NGO-GMC Firdaus, mengatakan, adanya dugaan data fiktif pada SID Kemendes Desa Toto Projo yang anggarannya cukup Fantastis tentu sangat disayangkan, seharusnya pihak-pihak terkait seperti Dinas PMD harus jeli dalam meneliti semua laporan Desa yang bersangktukan dengan penggunaan anggaran. “Itukan aneh sekali, bagaimana bisa Kepala Desa tidak tahu adanya penggunaan anggaran dan laporan pada SID Kemendes, dan Dinas PMD juga seharusnya jeli dan teliti saat mereka melakukan Monitoring dan menerima laporan akhir dari Desa”.

“Saya meminta kepada Dinas terkait untuk dapat memastikan data tersebut apakah ada unsur kesengajaan atau memang ada kesalah, karena bukan tidak mungkin masih ada data siluman pada laporan Desa yang lainnya”. Tutup Ketum GMC, Rabu, (02/8). (Riz)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*