KPM Desa Bumi Mas Keluhkan Kualitas Beras Bantuan

Lampung Timur – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) desa Bumi Mas kecamatan Batanghari kebupaten Lampung Timur mengeluhkan kualitas beras yang disalurkan e-Warong desa setempat, Kamis (30/12/2021).

KPM desa Bumi Mas yang namanya tidak ingin disebutkan kepada awak media mengatakan beras yang di konsumsi setelah di masak bau tidak sedap dan terasa hambar.

“Berasnya gak enak, semalam sudah saya pulangin 4 karung di ganti sama beras yang baru di tempat ibu dian. Tapi yang baru ini belum di masak ini berasnya,” ujarnya.

Ditambahkan KPM lain yang rumah masih di sekitar KPM pertama.
“Berasnya warnanya bagus tapi di masak baunya menyengat waktu masih anget anget, bau apek. Ini masih saya makan, nasinya gak ada rasa,” jelasnya.

Ditemui terpisah Ibu Dian selaku e-Warong desa Bumi Mas didampingi suaminya membenarkan bahwa ada komplain dari KPM.

“Dari 153 KPM, untuk sementara ada 37 KPM yang protes mengenai beras yang di salurkan, masing-masing KPM ada yang mendapatkan 4 karung ada juga yang mendapatkan 6 karung,” ujar Dian.

Ditambahkan oleh suami Dian, “menurut saya bagus berasnya cuma warna kuning. Kemarin ruangan ini gak cukup pak soalnya ada 10 ton beras,” tambahnya.

Ketika dipertanyakan tentang legalitas e-Warong, dian mengatakan SK yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri masih dalam proses.
“Ada tapi belum keluar, sebenarnya ada pak,” ujar Dian.
Terlihat oleh media, gudang yang di gunakan untuk menyimpan beras bersebelahan dengan toko obat pestisida yang berbahan kimia.

Surya selaku kuasa hukum PT Trisula Sanjaya Jadda yang merupakan Perusahaan Pemasok Barang (Supplier) ketika dikonfirmasi via telepon menjelaskan.

“Itu masih dalam proses penggantian, memang benar ada komplain kemarin, tapi pagi ini sudah kita ganti, wajarlah bang dalam proses pendistribusian ada dinamika, begitu ada komplain langsung kita ganti bang, Kalo tonasenya kita belum tahu pasti masih berguyur yang pasti begitu ada komplain kita pelayanan yang optimal maksimal kepada KPM,” tandasnya. (Rizki)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*