Lampung Timur – Miris memang nasib beberapa guru honorer di SDN 1, Desa Raman Endra. Kecamatan Raman Utara, Dengan honor berkisar antara Rp 150. 000 s/d Rp 600.000 per bulan. tetapi sudah hampir lima bulan ini honor tersebut dibayarnya tersendat-sendat.
Menurut informasi seorang guru di sekolah tersebut yang tidak mau namanya di publikasikan, bahwa jumlah guru honor di sekolah ini berjumlah sembilan orang guru. Selama tahun ini kami baru menerima empat bulan gaji honor. Selebihnya selama lima bulan yang lalu kami belum menerima menerima honor sama sekali.
Untuk menanyakan kepada kepala sekolah kami tidak berani. Padahal kami tahu dana BOS (bantuan operasional sekolah), tahun ini sudah dicairkan tetapi honor kami belum dibayarkan,” ungkap guru honorer tersebut dengan penuh kecewa.
Ketika wartawan mencoba konfirmasi kepada kepala sekolah tersebut Nurhayati pada hari kamis (5/9/2024), yang bersangkutan tidak ada di tempat. Dan ketika kami mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak juga di respon olah Nurhayati.
Yang kami temui hanya dua bendahara sekolah tersebut yang bernama Nindi dan Dwi menurut Dwi “saya beberapa hari yang lalu sudah tidak menjabat bendahara lagi dan sudah di gantikan saudari Nindi,” ujarnya.
Menurut Dwi untuk menjawab konfirmasi tersebut “kami tidak punya wewenag kecuali ada izin dari kepala sekolah. Untuk lebih jelasnya langsung saja hubungan dengan kepala sekolah” tutup Dwi.
Selain adanya dugaan tidak dibayarnya gaji sembilan guru honorer itu. awak media pun sempat mendengarkan keluhan beberapa orang guru di sekolah tersebut yang mengatakan “bahwa apabila ada LSM atau wartawan yang mau sosial control saya yang disuruh oleh kepala sekolah mengaku Bendahara di sekolah ini, karena saya orang Lampung biar LSM atau wartawan yang datang segan karena saya orang Lampung,” ujar guru tersebut.
“Dan Disini kami semua guru merasa takut untuk mengatakan kebenaran fakta yang sebenarnya disekolah ini, seperti contohnya untuk dana BOS saja setiap pencairan selalu dikawal oleh salah seorang LSM kepercayaan kepala sekolah,” ungkap guru lainnya.
Jadi dugaan kami selaku media tidak menutup kemungkinan banyak terjadi penyimpangan pengelolaan dana BOS disekolah dasar tersebut selama ini.
Kami pun mencoba menghubungi Korwil Pendidikan Raman Utara Anto Budianto untuk meminta kebenaran dari permasalahan guru honorer yang belum terbayarkan selama lima bulan ini
“Saya sudah berusaha menghubungi Kepsek lewat telpon tetapi belum juga direspon saya mohon bersabar dulu dan saya baru mengetahui permasalahan ini. Jadi saya mohon bersabar dulu. Nanti setelah mendapatkan informasi dari kepsek saya segera hubungi rekan rekan media,” tutup Anto. (Syam)


Be the first to comment