
BANDAR LAMPUNG — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Semergou, Pemkot Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) petang.
Menurut Zulkifli, Kopdes merupakan bagian dari strategi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa sekaligus mendukung swasembada pangan di sekitar 82 ribu desa dan kelurahan.
Kopdes tidak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi dapat menjadi infrastruktur ekonomi untuk menyalurkan kebutuhan pokok dan barang subsidi, seperti beras, pupuk, gas 3 kilogram, minyak goreng hingga alat pertanian. Koperasi juga didorong menjadi offtaker hasil produksi petani dengan harga yang adil serta memangkas rantai distribusi.
“Desa harus didekatkan dengan pusat-pusat produksi,” ujar Zulkifli.
Ia mengatakan swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kesejahteraan petani dan nelayan. Zulkifli menyebut swasembada beras dan jagung telah menunjukkan hasil, sementara nilai tukar petani padi meningkat dari sekitar 116 menjadi 127.
Di sisi lain, nilai tukar nelayan masih berada di angka 103 dan ditargetkan meningkat menjadi 120 tahun depan. Pemerintah juga menyiapkan koperasi nelayan dengan fasilitas seperti cold storage, pabrik es, balai lelang dan SPBN.
Zulkifli berharap Kopdes yang dikelola masyarakat lokal dapat menjadi penggerak ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
Menurutnya, ketergantungan pangan terhadap impor harus terus dikurangi karena swasembada pangan menyangkut kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

Be the first to comment