Lampung Utara – Diduga kepala desa beserta jajaran pemdes tebang pilih dalam pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Desa Dwikora kec Bukit kemuning Kabupaten Lampung Utara, Minggu (14/6/2020).
Hal tersebut di dapati wartawan pesonalampungnews.com secara door to door ke masyarakat saat sosial control Jum’at 12 Juni kemarin. Bagaimana tidak salah satu masyarakat di dusun 05 yang tidak mau di sebutkan namanya sebut Saja (B).
“Emang bener pak saya di mintai potocopi kk sama KTP, menurut (B) tapi selama ini saya warga Desa Dwikora tidak mendapatkan bantuan tersebut dalam bentuk apapun Baik Dari Desa ataupun pemerintah, dari dinas sosial, parah nya lagi menurut (B) yang menerima bantuan (BLT ) bantuan langsung tunai dari dana Desa sebayak 92 (KK ) dan dana BST (Bantuan sosial tunai),
Tambah (B)”yang mendapat kan BLT haya perangkat desa saja seperti, Rk, RT dan kerabat dekat pemerintah desa, bukan hanya itu ada salah satu warga yang mendapatkan bantuan (PKH ) mendapatkan bantuan BLT,
Dan peyemprotan nya haya di tempat ibadah saja klu di rumah warga haya beberapa rumah saja. Yang di semprot faksin disfektan.
Dan apa bila ada acara desa kepala desa memerintahkan pamong setempat untuk iyuran dan di harus kan buat warga untuk meyumbang.
Saat di konfirmasi sekdes (sekertaris Desa Dwikora) sebut aja (DP) mengatakan bantuan penangulangan covid 19 sebesar Rp.60.000.000(enam puluh juta rupiah) Dana tersebut dari Dana Desa tersebut di belikan galon sebayak 3 (tiga ) buah dan di belikan masker sebayak 120 lusin maskers, pengukur suhu tubuh dan di belikan disfektan, untuk peyemprotan faksin disfektan nya sebayak dua kali.
Menurut (DP) ada sisa bantuan BLT tersebut dan di peruntukan untuk mengajih satgas Covid 19 yang menunggu posco covid di desa sebayak 50 orang dan di kalikan 50.000(lima puluh ribu rupiah).
Namun sayang nya yang di temukan awak media posco penangulangan Covid 19 tidak di temukan masyarakat yang menunggu posco tersebut, seperti apa yang di katakan sekertaris Desa Dwi kora tidak benar.
Hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat Desa Dwi kora yang terkesan jajaran aparatur Desa tebang pilih dalam pendataan penerima BLT DD tersebut, sayangnya sampai berita ini diturunkan kepala Desa Dwi kora tidak berada ditempat, Di hubungi lewat via WhatsApp haya di baca saja namun tidak dibalas untuk mendapatkan konfirmasi terkait temuan ini.
Diminta kepada pihak pihak yang terkait khusus nya pihak inspektorat kabupaten Lampung utara dapat segera mengkorescek terkait temua ini. (Dedi)


Be the first to comment