Honor Pegawai RSUD Kotaagung dari 2018 “Disumbat”

TANGGAMUS, PESONALAMPUNGNEWS.COM – Pihak managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Tanggamus hingga saat ini belum juga membayarkan honor remunerasi dari jasa medis klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tertunda pada tahun 2018 lalu.

Remunerasi BPJS Kesehatan yang belum direalisasikan tersebut terhitung sejak Agustus hingga Desember 2018. Pihak managemen rumah sakit berplat merah tersebut berdalil bahwasanya, dana sudah tersedia, akan tetapi dipakai untuk membeli stock obat bagi para pasien.

Lalu timbul sebuah pertanyaan, kemanakah anggaran rumah sakit yang sejatinya untuk mengcover obat obatan bagi pasien? Apakah harus mengorbankan kebutuhan hidup bagi para pegawai Rumah Sakit untuk membeli stock obat?

Saat disambangi di ruang kerjanya, Direktur RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati, mengakui, bahwasanya klaim BPJS Kesehatan 2018 lalu masih belum dibayarkan oleh para pegawai rumah sakit dengan alasan bahwa dana yang sudah ada digunakan untuk membeli stock obat rumah sakit. Dan hal itu sudah dibicarakan kepada para pegawai dengan tanggapan pegawai yang positif alias setuju

Bahkan, kondisi ini sudah dilaporkan kepada Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani dan Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tanggamus Hamid Lubis. Dan pihak rumah sakit menegaskan bahwasanya kebutuhan pasien itu jauh lebih penting. Oleh karenanya dana klaim BPJS Kesehatan yang seharusnya dibayarkan kepada pegawai, dipakai untuk membeli obat. Tragisnya lagi, managemen rumah sakit belum tahu kapan akan direalisasikan dana remunerasi itu.

“Untuk pembayaran jasa medis untuk pegawai, belum bisa saya katakan kapan waktunya, karena kami mendahulukan pelayanan kepada pasien. Jika dana klaim BPJS kita bayarkan, bagaimana membeli obat, maka kami dahulukan pelayanan pasien. Internal pegawai juga tidak mempermasalahkan, kondisi ini juga kami laporkan kepada Bupati dan Sekda, ” kata dr. Dyan belum lama ini.

Terpisah, salah seorang pegawai RSUD Batin Mangungan yang enggan disebutkan namanya karena privasi menjelaskan, satu fakta lagi yakni, bukan hanya BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan, akan tetapi dana Jasa Pelayanan Umum (JPU) belum juga dibayarkan oleh pihak managemen rumah sakit yang berada di komplek area islamic center Kota Agung.

“Padahal honor tersebut sangat kami butuhkan, apalagi seperti saya ini pegawai rendahan. Jadi uang itu untuk penghidupan sehari-hari, kalau seperti dokter atau pegawai yang lain yang sudah berstatus ASN, tentunya tidak terpengaruh walau honor BPJS dan JPU belum dibayar,” jelasnya. (rls)

 

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*