Berbagai Jenis Topeng Meriahkan Pesta Sekura

Berbagai Jenis Topeng Meriahkan Pesta Sekura

Lampung Barat – Pesta sekura merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan pada bulan Syawal tahun hijriah ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam acara ini, peserta acara diwajibkan mengenakan topeng dengan pakaian compang camping

Pada tahun ini Pesta Sekura di gelar di lapangan umum Pekon Way Ngison dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat. Ali Akbar caleg terpilih dari partai PDIP didampingi Alex selaku pratin Pekon Way Ngison dalam sambutannya mengajak semua lapisan masyarakat untuk melestarikan budaya Sekura ini

Karena menurutnya ini adalah salah satu dari sekian banyak budaya yang hingga kini di zaman yang serba canggih ini masih menjadi budaya yang sangat diminati dari berbagai lapisan masyarakat

“Maka ayo kita lestarikan dan kita tingkatkan lagi pada masa masa yang akan datang,” ujarnya baru-baru ini.

Dalam kesempatan ini bang Ali Akbar juga berbagi rizki berupa uang THR kepada masarakat dengan cara di hamburkan dari atas panggung.

Di tempat terpisah Alex Pratin Way Ngison berharap supaya kita semua dalam merayakan pesta sekura ini selalu menjaga keamanan mengingat pesta sekura/topeng ini identik dengan Sajam jadi untuk di masa yang akan datang kita semua saling menjaga ketertiban dan keamanan.

Sekura merupakan jenis topeng yang digunakan dalam perhelatan pesta sekura. Seseorang dapat disebut ber-sekura ketika sebagian atau seluruh wajahnya tertutup. Penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau hanya polesan warna. Untuk menambah kemeriahan acara, sekura bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna meriah atau mencolok.

Pesta sekura merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam acara ini, peserta acara diwajibkan mengenakan topeng dengan berbagai karakter dan ekspresi. Pesta sekura merupakan wujud ungkapan rasa syukur dan suka cita menyambut hari yang suci. (Sumalik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *