Kepala Sekolah SMKN 1 Pekalongan Jadi Preman, Ini Tanggapan Disdikbud Provinsi Lampung

Kepala Sekolah SMKN 1 Pekalongan Jadi Preman, Ini Tanggapan Disdikbud Provinsi Lampung

Bandar Lampung – Guru merupakan satu dari seribu Profesi yang mulia di kehidupan sosial, guru juga kerap disebut masyarakat indonesia dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi bagaimana bila sikap guru yang tidak tahu tata krama dan sopan santun.

Di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pekalongan, ada seorang guru yang menjabat sebagai Kepala Sekolah, di sekolah tersebut berbuat perilaku yang tidak sopan.

Dimana saat awak media menemui kepala sekolah SMKN 1 Pekalongan tersebut, yang kebetulan berada di depan pintu gerbang rumahnya untuk diminta konfirmasi terkait pemberitaan Premanisme salah satu Oknum Wakasek di sekolah yang dia Pimpin, yang diketahui berinisial ‘DI’ yang memarahi wartawan serta menunjuk-menunjuk tangan dengan suara nada tinggi dan memukul meja pada 23 Juli lalu.

“Kami tiga orang minta ingin di pertemukan bapak selaku kepala sekolah untuk memediasi dengan pihak Waka yg berinisial DI, agar ditemukan supaya kami berdamai,” ujar wartawan kepada Kepala Sekolah tersebut.

Bukan dengan jawaban yang logis atau sopan yang diterima wartawan, melainkan mendapat kalimat yang dianggap meremehkan profesi wartawan.

“Aman, pokoknya aman. Lain kali saja kita ngobrol saya mau ke propinsi dan ini saya kebelet buang air besar,” ujar Kepala sekolah yang diketahui bernama Martin itu seolah mengusir wartawan dari kediamannya, pada Rabu 24 Juli lalu.

Kemudian awak media tersebut mengatakan berita sudah rilis dan telah terbit.

Sontak pertanyaan tersebut membuat wajah si kepala sekolah merah dan dengan nada tinggi dan jawaban. ” Kenapa di naikin beritanya. Jangan di naikin,” ujarnya seperti orang yang tidak mengerti kode etik.

Sementara, konfirmasi wartawan pesonalampungnews.com dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Katharina, M.Pd selaku Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) menganjurkan agar wartawan menemui Drs. Teguh Irianto, M.Pd selaku Kabid Pembinaan SMK.

“Langsung ke mas teguh lebih enak adinda, Yunda terusin aja dulu ya ke mas Teguh,” ujarnya, Sabtu (27/7/2019).

Hingga berita ini di buat, Kabid PSMK dan Gubernur Lampung belum bisa di konfirmasi.

(Geovanita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *