Dinas Pariwisata Tanggamus Gelar Pelatihan Manajemen Tata Kelola Homestay

Dinas Pariwisata Tanggamus Gelar Pelatihan Manajemen Tata Kelola Homestay

Tanggamus – Kepala Dinas ParBudPora (Pariwisata Kebudayaan dan pemuda Olahraga) Kabupaten Tanggamus Hj. Retno Noviana Damayanti,ST.MT membuka pelatihan manajemen tata kelola Homestay se-kabupaten Tanggamus dihotel 21 gisting, Rabu16 Oktober 2019.

Turut hadir dalam acara tersebut, Yulida Rebecca Hutagalung selaku Kasie Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Provinsi, Camat gisting bapak Deddy Sulaiman, SH, MH Dosen Jurusan Perjalanan wisata Polinela Bandar Lampung, Bapak Lekat Rahman, S, sos, Bapak Alpian, M. Pd dan Ria Atmaja, M. Par ketiga Merupakan Assesor Perhotelan Bandar Lampung, dan juga sebagai pembicara atau nara sumber dalam acara pelatihan homestay tersebut, para pimpinan Organisasi Kepariwisataan se-kabupaten Tanggamus, Para pemilik Homestay dan para Pengurus Pokdarwis se-kabupaten tanggamus.

Dalam sambutannya kadis Pariwisata Tanggamus mengatakan, “saya menyambut baik kegiatan ini, yang merupakan salah satu Upaya kita, khususnya para stake holders kepariwisataan, untuk terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang usaha jasa Homestay atau rumah singgah wisata bagi para pemilik homestay di Kabupatan Tanggamus,” ujarnya.

“Tanggamus adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah, yang kesemuanya itu merupakan potensi pariwisata yang dapat di kelola menjadi obyek destinasi wisata yang menarik,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan potensi pariwisata tersebut, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak karena pengembangan pariwisata bersifat multifaktorial, baik dari pihak pemerintah, pelaku usaha jasa, maupun masyarakat, kelompok sadar wisata(pokdakwis), pengelola destinasi wisata, pengelola Homestay/penginapan, pelaku usaha/seni kerajinan, dan pengelola atraksi seni budaya jarus dilibatkan, Namun demikian, saya berharap Pariwisata di Tanggamus bukan saja hanya sekedar banyaknya tempat tujuan wisata, tetapi harus mempunyai daya saing. Dunia wisata saat ini sudah menjadi salah satu dunia industri, dimulai dari hotel, penginapan atau homestay.

Penginapan dan Homestay sekarang sudah menjadi tingkat industri yang sangat luar biasa, hotel dan homestay harus dikelola secara profesional.

Karena homestay sebagai sebagai sebagai penjual harus dinikmati oleh tamu sebagai pembeli, sehingga memberi kesan puas. Pembeli adalah raja, maka dunia wisata saat ini sudah menjadi dunia industri sehingga harus dapat meningkatkan daya saing.

Obyek wisata kita cukup banyak, baik wisata alam dan pantai seperti Way Lalaan, Pantai Terbaya, Muara Indah dll, kata mbak Retno panggilan akrabnya menutup kata sambutannya. (Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *