Kolaborasi Edukasi dan Lingkungan: KKN ITERA Kelompok 113 Resmikan Bank Sampah

Tanggamus – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITERA Periode 16 Kelompok 113 yang beranggotakan 9 orang melaksanakan serangkaian program kerja berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat di Pekon Kampung Baru, kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus.

Kepada pesonalampungnews.com, Senin Senin (16/2/2026) mahasiswa menjelaskan Lokasi KKN ini ditentukan oleh pihak kampus dan panitia KKN dengan pertimbangan bahwa desa tersebut masih termasuk dalam kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sehingga memerlukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Program kerja utama yang diusung meliputi pembangunan Bank Sampah Non-Organik dan Papan Edukasi, Sosialisasi Stunting disertai infografis, serta Sosialisasi Pertolongan Pertama yang dilengkapi media edukatif visual.

Kegiatan KKN secara resmi diawali dengan pemaparan program kerja pada tanggal 12 Januari 2026 yang dilaksanakan di Balai Desa Pekon Kampung Baru.

Pada kegiatan tersebut, tim KKN memaparkan rencana program kepada aparatur desa dan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama perangkat desa guna memastikan kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara lapangan, tim KKN menemukan bahwa Pekan. Kampung Baru masih menghadapi permasalahan krusial dalam pengelolaan sampah, terutama karena tidak tersedianya fasilitas pembuangan akhir sampah.

Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat membakar sampah di pekarangan rumah atau membuang sampah ke laut dan area sekitar rawa-rawa. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, serta menurunnya kualitas kebersihan lingkungan desa.

Meskipun pada tahap awal pelaksanaan terdapat kendala dalam pengumpulan massa atau partisipasi masyarakat, hambatan tersebut dapat teratasi melalui koordinasi dengan aparatur desa, pendekatan persuasif kepada warga, serta pengintegrasian kegiatan dengan agenda rutin masyarakat seperti Posyandu.

Program pembangunan Bank Sampah Non-Organik mulai direalisasikan pada tanggal 21 Januari 2026 setelah konsep dan desain telah dimatangkan serta disesuaikan dengan kondisi desa.

Bank sampah ini dirancang sebagai solusi alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mengurangi kebiasaan pembakaran sampah dan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus nilai ekonomis sampah non-organik.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Januari 2026, tim KKN melaksanakan Sosialisasi Pertolongan Pertama yang berkolaborasi dengan kegiatan Posyandu di Balai Desa.

Kegiatan ini disertai penyampaian infografis edukatif agar masyarakat lebih mudah memahami langkah-langkah pertolongan pertama dalam kondisi darurat.

Kemudian pada tanggal 23 Januari 2026, Sosialisasi Stunting dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu yang bertempat di lapangan atas rumah warga, dengan materi mengenai pencegahan stunting, pentingnya gizi seimbang, serta edukasi kesehatan anak melalui media infografis.

Puncak program kerja utama ditandai dengan peresmian Bank Sampah Non-Organik beserta Papan Edukasi pada tanggal 2 Februari 2026 yang berlokasi di perbatasan desa, tepatnya di halaman depan rumah Bidan Desa, Ibu Meli.

Papan edukasi yang dipasang berfungsi sebagai media informasi berkelanjutan terkait pemilahan sampah, kesehatan, dan pertolongan pertama bagi masyarakat. Ketua Kelompok KKN 113 menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang yang adaptif terhadap kondisi desa.

“Melihat belum adanya fasilitas pembuangan akhir sampah di Pekon Kampung Baru, kami berupaya menghadirkan bank sampah non-organik dan papan edukasi sebagai langkah nyata dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, edukatif, dan berkelanjutan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Selain program kerja utama, tim KKN ITERA Kelompok 113 juga melaksanakan program kerja tambahan berupa membantu mengajar TPA, pendampingan masyarakat, kegiatan senam bersama, serta membantu kegiatan pembelajaran di PAUD sebagai bentuk kontribusi dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Melalui rangkaian program tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, kesehatan, dan kesiapsiagaan darurat dapat meningkat secara berkelanjutan, serta program bank sampah dapat menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah desa yang lebih mandiri dan berdaya guna. (Rls)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*