Mahasiswa KKN ITERA di Desa Negeri Ujung Karang Manfaatkan Singkong Menjadi Produk Brownies

Lampung Utara – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang melaksanakan kegiatan KKN PPM di Desa Negeri Ujung Karang, kabupaten Lampung Utara melakukan pemanfaatan Singkong yang tidak di olah menjadi produk turunan singkong yaitu brownies singkong, Kamis 12 Februari 2026.

Inovasi ini muncul setelah dilakukannya survey tanaman singkong banyak yang tidak terolah akibat harga pasaran yang rendah. Inovasi produk pangan yang dibuat berupa Brownies Singkong. Inovasi ini sangat membantu masyarakat Desa Negeri Ujung Karang.

Adapun salah satu pembuatan olahan pangan yaitu brownies singkong sebagai berikut:

1. Rebus singkong hingga empuk. 

2. Sambil menunggu singkong matang, siapkan adonan basah. 

3. Tumbuk singkong yang telah direbus hingga halus. 

4. Campurkan singkong tumbuk dengan cokelat bubuk, lalu aduk hingga rata. 

5. Gabungkan adonan basah dengan adonan kering, kemudian tambahkan cokelat batang yang telah dilelehkan bersama mentega. Aduk hingga semua bahan tercampur merata. 

6. Kukus adonan hingga matang.

Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pangan sehat, ekonomis, dan ramah lingkungan.

 

Selain menciptakan resep dan video tutorial, kegiatan ini juga membekali masyarakat dengan keterampilan pengolahan, perhitungan harga pokok produksi, serta standar higiene dan pengemasan yang layak jual.

Sementara itu, program kedua, Pemetaan Administrasi Wilayah Desa, bertujuan menyusun peta batas wilayah administratif secara digital dan fisik untuk pertama kalinya di desa tersebut.

Melalui pengumpulan data lapangan dan wawancara bersama perangkat desa, mahasiswa ITERA berhasil menyusun peta yang mencakup batas dusun, RT/RW, fasilitas umum, dan potensi wilayah.

Peta ini kini menjadi acuan penting bagi pemerintahan desa dalam perencanaan pembangunan, pelayanan publik, dan pengelolaan data spasial.

Kepala Desa Negeri Ujung Karang, Supianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa ITERA.

“Peta administrasi ini sangat membantu kami dalam memperjelas batas wilayah dan memperlancar perencanaan pembangunan. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke program digitalisasi data desa,” ujarnya.

Melalui sinergi antara inovasi produk dan penguatan tata kelola wilayah, KKN-PPM ITERA. Kelompok 21 berhasil menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kedua program tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi kreatif dan tata administrasi berbasis data yang lebih modern di Desa Negeri Ujung Karang. (Rls)

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*