Sukadana – Menghadapi potensi kerawanan pangan akibat musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 3.300 paket bantuan pangan kepada masyarakat.
Penyaluran dilakukan melalui Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan Tahun 2026 di Balai Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kamis (16/7/2026).
Bupati Ela Siti Nuryamah mengatakan, program tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup selama musim kemarau.
“Program ini diluncurkan dengan tujuan jangan sampai ada masyarakat yang lapar dan jangan ada yang kekurangan pangan. Desa Pakuan Aji menjadi perhatian khusus agar masyarakat mendapatkan perhatian pemerintah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi,” ujar Ela.
Menurutnya, bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari mitigasi menghadapi dampak perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Meski demikian, ia berharap Lampung Timur tetap terbebas dari kerawanan pangan.
“Ini merupakan bentuk mitigasi menghadapi perubahan iklim. Mudah-mudahan tidak terjadi kerawanan pangan di Lampung Timur selama musim kemarau,” katanya.
Ela juga meminta Dinas Sosial terus memperbarui data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut bersifat stimulan dan perlu didukung semangat gotong royong.
“Bantuan ini hanya sebagai pendorong dan simbol kepedulian. Kalau ada tetangga yang mampu, mari bersama-sama membantu warga yang kurang mampu melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ela mengapresiasi Badan Pangan Nasional yang telah menetapkan Lampung Timur sebagai salah satu daerah penerima program. Di Provinsi Lampung, hanya Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu yang memperoleh bantuan tersebut.
Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Sri Nuryanti, S.TP., M.P., mengatakan bantuan disalurkan berdasarkan data masyarakat yang mengalami kekurangan asupan energi minimum sebesar 2.100 kalori per hari.
“Tahun 2026 Badan Pangan Nasional mengalokasikan 11.500 paket bantuan pangan yang tersebar di dua provinsi, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Timur. Penyaluran pada bulan Juli dipilih karena bertepatan dengan awal tahun ajaran baru, saat beban pengeluaran rumah tangga meningkat,” jelasnya.
Untuk Provinsi Lampung, Bapanas mengalokasikan 3.300 paket bagi Kabupaten Lampung Timur dan 2.200 paket untuk Kabupaten Pringsewu. Setiap paket senilai sekitar Rp300 ribu berisi 20 butir telur Grade A, 10 sachet minyak goreng fortifikasi vitamin A, garam beryodium, dua bungkus kacang hijau masing-masing 500 gram, serta bihun jagung.
Komoditas tersebut disusun berdasarkan kebutuhan kalori dan gizi untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat. (Rz)


Be the first to comment