Imam Santoso Pimpin Raker Pansus Raperda Perlindungan Perempuan

BANDARLAMPUNG, PESONALAMPUNGNEWS.COM – Panitia Khusus (Pansus) pembahasan rakerda tentang perkindungan perempuan DPRD kota Bandar Lampung yang dipimpin oleh Imam Santoso meggelar rapat kerja (raker) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di Lobby DPRD kota Bandar Lampung, Senin (14/1/2019).

Ketua Pansus Imam Santoso mengungkapkan bahwa rapat ini merupakan rapat kerja untuk mendapatkan masukan sebelum dilakukan pembahasan pasal dari raperda tentang oerlindungan perempuan.
” Rapat ini merupakan rapat kerja guna mendapatkan sebanyak-banyaknya masukan sebelum dilakukan pembahasan pasal, baik dari jajaran pemkot Bandar Lampung, Kemenag Kota Bandar Lampung, dan unit perlindungan anak dan perempuan dari Polresta Bandar Lampung, sehingga pada saat pembahasan akhir, yaitu pembahasan pasal per pasal, seluruh persoalan dapat terakomodir dalam raperda ini,” ungkapnya.

Imam Santoso menerangkan bahwa tujuan dibuatnya raperda ini adalah agar kaum perempuan dapat terlindungi dari tindak kekerasan.
” Point penting, kita ingin supaya perempuan terlindungi dari tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis. Karena menurut Kemenag kota Bandar Lampung, 60 persen tindak kekerasan ada di Bandar Lampung,” terangnya.

Imam Santoso memaparkan bahwa ” Kita hanya pembinaan, paska terjadi dan sebelum tindakan kekerasan. Kita perkuat tentang pencegahan kekerasan, kita titik beratkan sebelum kejadian,” paparnya.

Sementara, Yuhadi S.Hi selaku anggota pansus meminta kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolri agar meninjau kembali peraturan tahanan perempuan.
” Polwan sekarang diperbolehkan memakai jilbab, kita minta kepada kapolri agar meninjau kembali tentang peraturan tahanan, Karena selama ini saya lihat tahanan perempuan ada yang memakai jilbab, tetapi memakai celana pendek, mereka tidak diperbolehkan menggunakan celana panjang, dengan alasan takut digunakan untuk gantung diri. Sekarangkan petugas sudah banyak yang mengawasi para tahanan, jadi saya harap peraturan itu ditinjau kembali, agar para perempuan terlihat lebih sopan dalam menutup auratnya,” tandas politisi partai Golkar tersebut. (Sus)

 

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*