LAMPUNGTIMUR, PESONALAMPUNGNEWS.COM – Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lampung Timur pada Tahun 2017 mencapai 68,05, meningkat sebesar 37 basis poin dibandingkan Tahun 2016 yang sebesar 67,88.
Perekonomian Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku dan PDRB atas dasar harga konstan, mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2016. Nilai PDRB dengan migas Kabupaten Lampung Timur ADHB pada Tahun 2017 mencapai 36,2 triliun rupiah. Secara nominal nilai PDRB ini mengalami peningkatan 4,5 triliun rupiah dibandingkan dengan Tahun 2016 yang mencapai 32,7 triliun rupiah. Sementara itu, PDRB tanpa migas pada Tahun 2017 juga mengalami peningkatan sebesar 2,7 triliun rupiah dibandingkan Tahun 2016. Peningkatan nilai PDRB ini berkorelasi dengan terus meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat, yang pada Tahun 2017 telah mencapai 35,3 juta rupiah per kapita per tahun (ADHB). Dengan kondisi tersebut, maka dapat kami sampaikan bahwa target RPJMD terkait pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita yang sebesar 4,5-5,0% dan 33,0-33,5 juta rupiah dapat tercapai.
Untuk nilai inflasi, pada Tahun 2018 inflasi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,01 persen, atau lebih rendah dibanding inflasi nasional yang sebesar 3,13 persen. Dengan kondisi ini, dapat kami sampaikan bahwa target RPJMD di bawah 4-4,5% dapat tercapai.
Alhamdullilah, dengan berbagai program yang di gulirkan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Lampung Timur terus mengalami penurunan. Pada Tahun 2018, target penurunan penduduk miskin yang telah diamanatkan dalam Perda RPJMD yang sebesar 16,5-16,2% dapat terlampui. Pada Tahun 2018, persentase penduduk miskin kita telah berhasil ditekan menjadi 15,76% atau menurun sebesar 59 basis poin dibandingkan Tahun 2017. Meskipun target RPJMD telah terlampaui, kami menyadari bahwa masih terdapat 15,76% warga miskin yang perlu mendapat perhatian. Saya berharap, seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di daerah.
Selanjutnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dengan Gerakan Malu Menganggur dan inovasi Job Corner Online serta Mobile Training Unit (MTU) yang kita telah luncurkan, TPT di Kabupaten Lampung Timur dapat terus ditekan. TPT pada Tahun 2018 sebesar 3,83 persen, atau lebih baik dari Tahun 2017 yang mencapai 3,89 persen. Dengan capaian tersebut, maka dapat kami sampaikan bahwa target RPJMD telah terlampui.
Tingkat Kemantapan Jalan
Pada Tahun 2017, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Timur, tingkat kemantapan jalan kabupaten mencapai 67,88%, atau melampaui target RPJMD. Meskipun demikian, kami menyadari bahwa saat ini 32,12% jalan kabupaten masih berada dalam kondisi yang belum mantap. Ini harus menjadi perhatian bagi kita semua untuk terus meningkatkan kondisi mantap jalan kabupaten, ditengah keterbatasan anggaran dan tonase kendaraan yang seringkali melebihi kemampuan kelas jalan.
Ringkasan hasil pembangunan sektoral di beberapa sektor unggulan daerah, yang meliputi:
Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Produksi tanaman pangan khususnya padi pada Tahun 2018 mencapai 700.274 ton, atau mengalami peningkatan produksi sebesar 41 ton jika dibandingkan dengan produksi Tahun 2017. Peningkatan produksi ini patut di syukuri, setelah sebelumnya pada Tahun 2017, produksi padi sempat mengalami penurunan. Program prioritas bidang pertanian bagi saudara-saudara kita para petani akan terus kita luncurkan dan tingkatkan guna peningkatan produksi, produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan.
Selanjutnya, untuk produksi jagung, pada Tahun 2018 mencapai 768.614 ton, atau meningkat 9,6% dibandingkan Tahun 2017. Untuk produksi kedelai mencapai 10.711 ton, dan kacang tanah sebesar 282 ton.
Untuk ubi kayu, produksi Tahun 2018 mencapai 852.944 ton atau mengalami penurunan 22,24%, yang disebabkan penurunan luas panen atau petani ubi kayu beralih menanam komoditas lain yang memiliki harga yang lebih baik.
Tantangan di sektor pertanian, selain peningkatan produktivitas, juga terkait dengan distribusi dan tata niaga sarana produksi, serta harga komoditas pertanian yang berfluktuatif akibat tekanan kondisi perekonomian global, yang mempengaruhi permintaan ekspor komoditas. Telah dilaksanakan beberapa langkah strategis dan upaya oleh pemerintah daerah dan stake holder untuk menghadapi hal tersebut.
Sektor Perkebunan
Pada Tahun 2018, produksi lada mencapai 1.138 ton, kakao 3.228 ton, karet 6.703 ton, kelapa 12.143 ton, dan sawit 8.822 ton.
Sektor Perikanan dan Peternakan
Di sektor perikanan, produksi perikanan tangkap pada Tahun 2018 sebesar 49.910 ton atau meningkat 24,09%. Sedangkan untuk perikanan budidaya, pada Tahun 2018 produksi mencapai 29.569 ton, atau mengalami penurunan produksi, yang diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor alam.
Selanjutnya di sektor peternakan, sebagai salah satu lumbung ternak Provinsi Lampung, pada Tahun 2018 populasi ternak kita, khususnya sapi, kambing, domba, babi, dan unggas terus mengalami peningkatan. Begitu pula dengan produksi daging ternak dan telur yang terus mengalami peningkatan kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk produksi daging sapi pada Tahun 2018 mencapai 1.559,8 ton, daging kerbau 7,5 ton, daging kambing 372,6 ton, domba 4,2 ton, babi 69,09 ton, dan unggas 5.648,3 ton. Untuk produksi telur ayam buras mencapai 1.773,5 ton, telur ayam ras 11.270,5 ton, dan produksi telur itik dan entok mencapai 1.438,7 ton.
Sektor Pariwisata
Dengan kebijakan dan penyelenggaraan kalender event wisata daerah yang kita lakukan sepanjang 2018 yang lalu, serta berkat dukungan dari seluruh stake holder, Alhamdullilah, jumlah pengunjung event dan destinasi wisata pada Tahun 2018 mencapai 596.158 pengunjung (meningkat 17%)
Realisasi pendapatan pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp.2,051 trilyun atau terealisasi 97,34% (lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 94,44%). Pendapatan daerah pada Tahun 2018 terdiri dari:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari Pendapatan Pajak Daerah; Pendapatan Retribusi Daerah; Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan; dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, terealiasasi sebesar Rp.125,03 milyar atau 94,37% (lebih rendah dari capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 95,86%)
Dana Perimbangan yang meliputi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, terealisasi sebesar Rp.1,494 trilyun atau 99,80% (lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 92,81%).
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah yang terdiri dari Pendapatan Hibah; dan Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya serta Dana Otonomi Khusus, terealisasi sebesar Rp.431,49 milyar atau 90,44% (lebih rendah dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 101,77%).
Selanjutnya untuk realisasi belanja daerah pada Tahun Anggaran 2018, terealisasi sebesar Rp.2,002 trilyun atau mencapai 90,68% (lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 89,87%), yang terdiri dari:
Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil kepada Prov/Kab/Kota/Pemerintah Desa, dan Belanja Bantuan Keuangan terealisasi sebesar Rp.1,247 trilyun atau 91,56% (lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 88,3%)
Belanja Langsung yang meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal terealisasi sebesar Rp.755,5 milyar atau mencapai 89,27% (lebih rendah dibandingkan capaian realisasi Tahun 2017 yang sebesar 92,53%).
Lebih lanjut, untuk pos penerimaan pembiayaan di Tahun 2018 dianggarkan sebesar Rp.101,2 milyar dan terealisasi sebesar 100%.
Tahun 2018 Lampung Timur berhasil memperoleh apresiasi atau penghargaan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun dari Lembaga resmi, yang meliputi :
1. Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama
2. Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka
3. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya
4. Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan
5. Juara Nasional Harapan III Perpustakaan Desa
6. Juara Umum (Anjungan Terbaik) Lampung Fair 2018
7. Penghargaan Top BUMD dan Pembina BUMD Terbaik
8. Juara II BUMDES Terbaik Tingkat Provinsi Lampung
9. Penghargaan Revitalisasi Pasar Terbaik Nasional
Sumber : Bappeda Lampung Timur
(ADVERTORIAL)


Be the first to comment