Relawan Jokowi-Ma’ruf Bentuk Sekertariat Bersama Relawan Siger 1

Foto : Susiana

 

BANDARLAMPUNG, PESONALAMPUNGNEWS.COM–Relawan Siger Ber 1 merupakan wadah komunikasi seluruh relawan Jokowi-Ma’ruf yang bertujuan untuk mensinergikan program-program dan memudahkan koordinasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Bravo 5 Lampung, Andi Desfiandi
saat pembentukan sekretariat bersama Relawan Siger Ber1, di sekretariat GK Jokowi, yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 49, Enggal, Bandar Lampung, Selasa (13/11/2018) sore.

Ketua BPH Bravo 5 Lampung, Andi Desfiandi mengungkapkan bahwa dengan terbentuknya sekretariat bersama ini, diharapkan seluruh relawan Jokowi-Ma’ruf dapat bergerak sejalan.
“Dengan terbentuknya sekretariat bersama ini, seluruh relawan Jokowi-Mar’uf di Lampung bisa bergerak sejalan dalam melakukan kampanye yang edukatif dan beretika. Sehingga, masyarakat bisa lebih cerdas dan bahagia dalam menghadapi pesta demokrasi, yakni pilpres,” kata dia.

Andi Desfiandi menerangkan bahwa para relawan harus melakukan kampanye yang substantif, agar masyarakat tidak ragu memiih Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden.
“Para Relawan Jokowi di Lampung mesti melakukan kampanye yang lebih substantif, sehingga masyarakat tidak ragu-ragu lagi memilih Jokowi-Ma’ruf, dan kami mengaharap masyarakat Lampung tidak menjalani pilpres ini dengan rasa pesimis dan ketakutan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Galang Kemajuan (GK) Jokowi Lampung Ferry Parinusa menerangkan bahwa Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada para relawan di Lampung untuk berjuang semaksimal mungkin, namun dengan norma dan etika yang benar.
” Arahannya jelas, seluruh organ relawan Jokowi, termasuk di Lampung, agar mengeluarkan energi tenaga dalamnya untuk berjuang memenangkan pilpres. Caranya, berpolitik yang santun, mendidik, dan mencerahkan masyarakat,” terangnya.

Ferry Parinusa melanjutkan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan menang atau kalah, melainkan agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasi politik dengan hati nurani mereka.
“Karena bukan soal menang kalah yang kami cari. Tapi, bagaimana masyarakat Indonesia mampu menyampaikan aspirasi politiknya saat pilpres dengan hati nurani, bukan dengan rasa ketakutan, iming-iming, dan lain sebagainya,” tandasnya. (Sus)

 

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*