Proyek Gedung PAUD Desa Taman Jaya Diduga Bermasalah

Proyek Gedung PAUD Desa Taman Jaya Diduga Bermasalah

Lampung Utara – Pengelolaan Dana Desa wajib Transparan dan harus mengutamakan Kualitas dalam peningkatan Pembangunan yang bertujuan untuk Pemerataan bagi kesejahteraan warga masyarakat secara Swakelola serta dapat meningkatkan taraf perekonomian warga masyarakat Desa.

Sangat berbeda dengan Pembangunan Gedung sarana Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) yang di Lakukan Oleh Pemerintahan Desa Taman Jaya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara bersumber dari Dana Desa (DD) 2019, Minggu (10/10/2019).

Pasalnya dari laporan warga dan pantauan awak media yang melakukan investigasi, Pengerjaanya juga telah melanggar aturan dalam pemasangan Atap Rangka Baja yang di kerjakan oleh pihak Ketiga, selain itu juga banyak di temukan kejanggalan pada beberapa bagian Konstruksi Bangunan yang kurang memenuhi Standar kelayakan sebuah bangunan yang terkesan ada unsur kesengajaan untuk meraup keuntungan berlebih dengan cara melawan hukum dan terindikasi adanya tindak pidana Korupsi dalam pembangunanya.

Kejanggalan tampak pada pembangunan sarana penunjang Gedung Paud, seperti Fasilitas Mandi Cuci Kakus( MCK) yang di awali dengan tidak adanya pemasangan batu pada konstruksi Pondasi bangunan serta penggunaan bahan besi yang sengaja mengurangi ukuran dari umumnya bagi sebuah konstruksi, yang di duga dengan sengaja untuk meraup keuntungan berlebih tanpa memperhatikan kualitas bangunan walaupun membahayakan masyarakat penerima manfaatnya.

Seperti yang di jelaskan Jumara pekerja Bangunan pada awak media” Pondasi ini tidak memakai batu, karena saat itu material batu habis, makanya kita gunakan Bata biasa” kalau soal penggunaan besi, kami hanya tukang, ikut perintah saja sesuai material yang di sediakan oleh pemanfaat jasa kami,” ucapnya polos.

Sementara, Burhan selaku Kepala Desa Taman Jaya, sulit untuk di Temui ketika akan di minta Konfirmasi dan Klarifikasi oleh awak Media, Ketika di sambangi ke kediamanya oleh Pewarta, rumahnya dalam keadaan sepi seperti tak berpenghuni, ketika di hubungi via Telephone selularnya pun tak di angkat walaupun dalam keadaan aktif namun terkesan menghindar. (Tim AJOI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *